Review: Apartemen Berhantu

apartemen

Judul: Apartemen Berhantu
Penulis: Rettania
Penerbit: Bukune
Halaman: 124 halaman
Terbitan: Agustus 2014

Luna tidak suka dengan unit apartemen tempat tinggal barunya; jauh dari sekolah, sempit, sepi, kotor, dan… dikabarkan berhantu. Awalnya, Luna tidak percaya, sampai sekelebat penampakan putih yang seram itu terus-menerus muncul di kamarnya—seperti hendak menyampaikan sesuatu.

Rahasia apa yang tersembunyi di sana? Dan kenapa sang ibu seperti ikut menutupi-nutupi? Luna harus menemukan jawabannya, sebelum semua terlambat…

‘Minimal’ adalah kata yang tepat untuk novel ini dari segi plot dan gaya penulisan. Namun, minim tidak berarti jelek. Malah sebaliknya. Saya suka dengan deskripsi lugas penutur cerita Apartemen Berhantu. Tidak bertele-tele dan mudah dicerna, sehingga adegan yang tegang menjadi semakin seram. Penuturan yang action oriented diseling dialog-dialog natural khas anak SMA, membuat buku ini page turner buat saya, walau jujur beberapa kali saya harus break membaca buku ini karena bergidik oleh imajinasi liar saya sendiri — but, uh well… curiosity kills the cat.

Plot novel ini sendiri cukup menarik walau sederhana. Dibantu dengan setting familiar apartemen-apartemen yang bisa kita temukan di Jakarta dan karakter Luna yang selayaknya anak SMA biasa, saya merasa kejadian seperti dalam novel bisa terjadi kepada siapa saja. Brrr. Sayangnya, masih ada cabang-cabang plot yang menjanggal, tapi mengingat jumlah halaman yang tidak bisa dibilang banyak, saya mengerti kenapa Rettania fokus ke plot utama saja. That said… saya tetap penasaran apa yang Faisal lihat ketika dia di dalam lift setelah ditinggal Luna. ;_;

Dalam sisi karakterisasi, saya cukup puas dengan Luna. Sebagai anak SMA dia lumayan dewasa dan mandiri. Awalnya, saya kira Faisal akan menjadi potensial love interest Luna, atau setidaknya karakter yang memainkan peran penting di klimaks cerita. Agak kaget karena Faisal seakan terlupakan di bagian akhir cerita. (Apakah dia selamat setelah mendapat ‘surpise‘ di dalam lift? Hanya Rettania yang tahu).

Overall, saya memberi skor 4 dari 5 untuk buku ini dinilai dari genrenya sebagai horor remaja. Ditunggu buku lain dari Rettania!

Advertisements